Bertemu lagi dengan blog yang saya buat. Sebelumnya saya mengucapkan terimakasih untuk kalian yang telah menyempatkan diri untuk membaca blog saya. Kali ini saya akan membahas tentang Teror Bom yang Melanda Indonesia sekarang ini tepatnya di Kota Surabaya. Awalnya saya sedih sekali mendengar berita tersebut, entah apa yang dipikirkan teroris tersebut sehingga sampai hati mengebom tiga gereja dan membuat orang kehilangan nyawanya.
Berikut beberapa yang saya rangkum diantaranya :
 Aloysius Bayu Rendra Wardhana,
Hasil gambar untuk martir dalam pengeboman yang terjadi di surabaya 
Ia diketahui sebagai relawan gereja. Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB) adalah tempat dimana ia mengabdikan diri sebagai koordinator relawan keamanan. Menurut kabar yang beredar, saat kejadian Bayu sedang berada di gerbang gereja. Dimana di sana ada sejumlah petugas kepolisian yang bersamanya.
"Entah apa yang akan terjadi bila Bayu tidak berada di sekitaran gerbang itu. Kemungkinan besar korban akan jauh lebih banyak.
Daniel Agung
Hasil gambar untuk Daniel dalam pengeboman yang terjadi di surabaya 
Pahlawan cilik itu merupakan pelajar SMP bernama Daniel Agung Putra Kusuma. Dia adalah salah satu jemaat Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS).
Setiap hari sabtu dan minggu dia membantu ayahnya menjadi petugas parkir di GPPS Sawahan di jalan Arjuna, Surabaya.Saat adanya ledakan bom, Daniel berada di lokasi kejadian.
Ketika peristiwa terjadi, bocah berusia 15 tahun itu berusaha menghalangi mobil pelaku.
Mobil dengan merek Avansa itu memaksa masuk ke halaman gereja yang halamannya tidak luas. Melihat kejadian tersebut, Daniel bersama satpam gereja lainnya menghampiri mobil tersebut. Sesaat setelah tabrakan, langsung terjadi ledakan.

 Evan dan Nathan
Hasil gambar untuk gambar vincent dan nathan korban bom surabaya
Vincencius Evan 
Bom meledak ketika Evan dan adiknya hendak memasuki gereja. Ayah kedua anak itu sedang memarkir mobil. Ibunya juga terluka. Saksi menjelaskan bahwa Evan menggandeng adiknya setelah turun dari mobil, dan bahkan sempat berusaha melindungi adiknya dari serpihan saat terjadi ledakan.
Dia meninggal di rumah sakit karena luka bakar, luka karena serpihan logam, pendarahan dalam dan benturan.
Nathanael (8 tahun) - adik Vincencius Evan
Nathanael duduk di kelas dua SD.
Anak delapan tahun itu kehilangan banyak darah akibat luka-lukanya, namun sempat bertahan belasan jam. Dia meninggal hari Minggu (15/05) malam, setelah operasi amputasi kaki kanannya.

  Dalam pengeboman yang merenggut nyawa seseorang yang saya jabarkan diatas, begitu dalamnya rasa duka yang menyelimuti bangsa kita sekarang ini. Melalui aksi teror yang melanda Indonesia ada baiknya kita sebagai warga negara Indonesia bersatu dan tidak terpecah belah, sehingga kita bisa bersama-sama memberantas aksi terorisme. Sekian dari blog yang saya buat. Terimakasih

www.atmaluhur.ac.id  dan ysetiawanj.atmaluhur.ac.id





Komentar

Postingan populer dari blog ini

MY SMULE

Aplikasi Edit Video PC

BELAJAR BERMAIN GITAR UNTUK PEMULA